Mobile Menu

navigasi

More News

Travel Tips Ke Teluk Kabola, Lihat Mawar Dugong Yang Langka

August 31, 2022
Travel Tips Ke Teluk Kabola, Lihat Mawar Dugong Yang Langka


Tourtravel.co.id- Hewan dugong jantan, Mawar, penghuni langka di Teluk Kabola di kawasan Suaka Alam Perairan Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).



Mawar menjadi salah satu alasan daya tarik binatang bawah laut wisatawan untuk berkunjung melihat pesonanya.



Namun, untuk wisatawan yang ingin berkunjung perlu mengetahui beberapa panduan berikut ini agar melihat Mawar di habitatnya berjalan lancar tanpa adanya kendala, seperti dilansir dari Kompas Travel pada Kamis (01/09/2022):



1. Akses Transportasi

Untuk sampai ke Pantai Mali, pengunjung bisa menyewa mobil dengan biaya mulai dari Rp 500.000,- per hari atau bisa menawar harga dengan pengendara ojek di bandara.



Dari Bandara Mali, Alor, NTT berjarak sekitar 1,5 kilometer saja. Sesampainya di Pantai Mali, pengunjung bisa bertanya langsung kepada nelayan lokal, agar diantarkan ke lokasi dugong mawar berada.




Satu kapal bisa berisi lima hingga tujuh orang tamu, dengan dua orang nelayan yang akan memanggil Mawar sesampainya di tengah laut.




Pengunjung yang ingin berjumpa dengan mawar bisa membayar biaya kontribusi, sesuai dengan peraturan yang telah disepakati pihak pengelola dan pemda setempat.




Bagi masyarakat lokal Alor akan dikenakan biaya Rp 100.000,- per orang. Sedangkan masyarakat dari luar Alor Rp 150.000,- per orang dan wisatawan asing sebesar Rp 200.000,- per orang.




2. Larangan Melihat Dugong


  • Jangan sentuh dugong. Dahulu belum ada larangan untuk menyentuh Mawar, tetapi saat ini sudah ada penetapan aturan larangan itu. "Jangan menyentuh Dugong, tidak boleh. Nanti dugong bisa menarik badan kita ke laut," ungkap  perintis konservasi sekaligus mitra WWF Indonesia di Alor, One Simuslaa.






  • Jangan bertindak agresif. Mawar merupakan binatang dugong yang sedikit sensitif dan mudah tersinggung. "Kita mungkin bilang dia lucu karena dia muncul dan mendekat, tapi dia itu akan tersinggung dan tidak mau lagi mendekat ke arah kapal, jadi mudah tersinggung," jelasnya. Pengunjung juga diminta untuk tetap tenang di atas kapal dan tidak berisik ketika Mawar muncul.



  • Jangan buang apa pun di laut. Laut adalah tempat habitat bagi banyak ekosistem makhluk di hidup. Termasuk dugong yang habitatnya di Teluk Kabola dengan ekosistem lamun (ladang rumput laut) yang menjadi makanan dugong.



3. Waktu melihat dugong


Waktu yang pas melihat Mawar adalah sekitar pukul 08.00 WITA. Sebab sinar matahari yang tidak begitu panas dan terik, gelomabang laut juga masih surut hingga memudahkan untuk naik ke atas perahu.



Pengunjung bisa menikmati pemandangan laut dan melihat dugong sekitar 30 menit di atas kapal. Lebih baik jangan lupa gunakan sunscreen dan topi, serta kacamata hitam guna meminimalisir pantulan sinar matahari.





( Gambar: YouTube Travel 2 Sea )





Tags: potensi taman laut selat pantar, taman laut selat pantar terdapat di provinsi, keistimewaan selat pantar
Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment