Mobile Menu

navigasi

More News

Kemenparekraf Berencana Menanggulangi Bencana Alam Di Lima Destinasi Super Prioritas

June 10, 2021
sumber dari kemenparekraf.go.id



Tour Travel, 
Jakarta -  Kemenparekraf mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna merencanakan katalog pariwisata dan ekonomi kreatif rawan bencana di 5 destinasi super prioritas (DSP). Pertemuan tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Pusat Vukanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), yang dilaksanakan di Hotel Ashely, Rabu ( 09/06/2001).

Vinsensius Jemadu selaku kepala biro komunikasi, ekosistem pariwisata terutama di lima Destinasi Super Prioritas, masih rentan mengalami berbagai gangguan dan bencana, yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak bagi sektor pariwisata. Yang seperti kita ketahui, ada sekitar 13 juta masyarakat indonesia perekonomian nya masih bergantung pada sektor ini.


"Informasi bencana dan mitigasinya adalah suatu yang harus ada di setiap destinasi wisata agar dapat menciptakan ketenangan bagi wisatawan. Oleh karena itu, penting untuk berkolaborasi bersama BNPB, BMKG, danPVMBG untuk bisa mencari, mendesain suatu peta terhadap destinasi parekraf yang sensitif rawan bencana sehingga kita bisa melakukan mitigasi meminimalkan risiko," ujar Vinsensius.


Pemerintah dapat menyusun sistem informasi dalam menghadapi bencana dan meminimalisir resikonya pada destinasi pariwisata. “Selain sebagai upaya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan kepariwisataan baik di pusat maupun didaerah. Katalog ini juga bisa membuat wisatawan berwisata dengan rasa nyaman dan aman," tutur Vinsensius.


Wisatawan dapat menikmati destinasi wisata selagi BMKG memberikan informasi mengenai rawan bencana dan mitigasi, agar mereka dapat menikmati berwisata dengan aman serta mengurangi resiko menjadi korban bencana.


PVMBG siap berkolaborasi dengan kemenparekraf dalam akses penggunaan data serta informasi kebencanaan geologi melalui website MAGMA Indonesia. "Database sangat penting untuk menyusunkan katalog. Diperlukan integrasi data dan pedoman yang mudah dipahami oleh masyarakat dan pelaku parekraf pada khususnya sehingga wisatawan dapat berwisata dengan nyaman,"  ujar Yunara Dasa Triana, selaku PLT Kepala Bagian Tata Usaha PVMBG. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: kemenparekraf.go.id).


 

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment