Mobile Menu

navigasi

More News

PUPR Dukung Wisata Borobudur Dengan Pengembangan Infrastruktur Yang Memadai

May 21, 2021

sumber dari pinterest

Tour Travel, Magelang – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya mengembangkan kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata prioritas di Indonesia. Dengan melakukan pembangunan infrastruktur pemukiman yang selaras dengan upaya pelestarian kawasan Candi Borobudur yang menjadi Situs Warisan Budaya Dunia (World Haritage Site).

Pembangunan ini membuahkan harap agar dapat membuat wajah baru bagi kawasan Borobudur, serta dapat meningkatkan layanan bagi para pengunjung lokal maupun mancanegara.

Mengutip dari pu.go.id, Dukungan infrastruktur direncanakan secara terpadu mulai dari konektivitas, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga perbaikan hunian penduduk, melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan bahwa, penataan kawasan tersebut memerlukan perencanaan berkelanjutan. Maka dari itu diperlukan kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, yang nantinya dapat diharapkan menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudurmenjadi kawasan wisata yang berkualitas.

Nantinya penataan infrastruktur di kawasan Borobudur akan dibentuk dengan nuansa kebudayaan jawa. Infrastruktur lainnya seperti akses jalan tol maupun non tol yang nantinya akan mempermudaah wisatawan menuju ke kawasan Borobudur.

Selain itu Basuki selaku Kementrian PUPR sudah membantu dengan pembangunan 785 homestay. Nantinya pihak PUPR membangun jaringan perpipaan guna Sistem Air Minum (SPAM) di Borobudur dengan kapasitas 30 liter/detik, 300 Sambungan Rumah (SR), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di 12 Desa yang melakukan program padat karya, juga pembuatan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan dengan luas 12,5 Hektar guna mengelola sampah berskala regional. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: pinterest).

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment