Mobile Menu

ads

More News

3 Jajanan Tradisional Betawi Yang Wajib Diicip

March 29, 2021

sumber dari britannica.com


Tour Travel, Jakarta – Kuliner tradisional harus selalu di lestarikan. Terlebih saat ini banyak kuliner-kuliner modern yang mendominan setiap sudut kota Jakarta. Di bawah ini Tour Travel memberikan 3 jajanan tradisional Jakarta, yang wajib di coba.


1.    Kue Rangi

sumber dari cookpad.com

Selain roti buaya serta soto betawi yang sangat terkenal itu, side dari jajanan tradisional Jakarta satu ini sangatlah menari. Kue yang terbuat dari tepung kanji atau sagu dicampur dengan parutan kelapa yang dipanggang menggunakan, panggangan dan cetakan yang tradisional. Biasanya di atas kue rangi ini dilumuri gula merah yang dibuat kental, serta taburan nangka yang membuat cita rasa serta harumnya menggugah selera. Jajanan ini juga sangat cocok untuk dessert.



2.    Bir Pletok

sumber dari herstory.co.id


Walaupun namanya bir, namun minuman yang satu ini tidak lah memabukkan. Justru minuman ini banyak khasiatnya untuk tubuh dan kesehatan. Minuman ini biasanya disuguhkan dengan cara mengocokkan campuran beberapa rempah serta es batu, yang dimasukkan ke tempat yang terbuat dari bambu, lalu dikocok agar tercampur dengan rata. Biasanya bir pletok berisi campuran jahe, kayu manis, gula dan rempah-rempah lainnya. Itu berkhasiat untuk mencegah masuknya angin, asam urat, pegal-pegal, dan dapat menghangatkan tubuh. Jajanan yang satu ini biasanya dijual dengan pikulan, yang saat ini sudah jarang di temukan.

 


3.    Nasi Ulam

sumber dari kompas.com


Nasi pera yang di campur dengan kuah semur kentang,tahu, atau telur ini juga sudah jarang ditemukan. Nasi Ulam ada karena pengaruh budaya kuliner dari China. Biasanya untuk makanan pendampingnya ada cumi asin goreng, bihun goreng, telur dadar iris, serta perkedel. Cita rasanya akan lebih wah lagi bila di tambah daun kemangi, sambal, bawang goreng, serta taburan kacang tanah yang di tumbuk. Jika kamu melihatnya, bisa nih sharing-sharing ke kita agar bisa menikmati jajanan tradisional ini lagi. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber" Image: britannica.com/cookpad.com/herstory.co.id/kompas.com)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment