Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

TOUR TRAVEL

latest

Recent Tabs


Atta Hingga Rigen Mendapat Kesempatan Untuk Menyaksikan Tradisi Pacoa Jara Di Bima

Tour Travel,  Bima – Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kembali kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kunjungannya kali ini...

sumber dari kemenparekraf.go.id


Tour Travel, Bima – Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kembali kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kunjungannya kali ini guna meninjau salah satu tradisi serta budaya Bima, yaitu Event Pacuan Kuda.


Pada kesempatan kali ini, Sandiaga kerap mengajak Atta Halilintar beserta Istrinya Aurel Hermansyah, juga stand up comedian Rigen Rakelna. Hal itu dilakukan supaya para creator tersebut dapat mempromosikan kegiatan itu, dan dapat membantu untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.


Event ini telah menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Bima, yang dilihat oleh ratusan hingga ribuan penonton dari berbagai belahan desa di Bima. Pacuan Kuda atau biasa disebut dengan Pacoa Jara, diikuti oleh pemacu junior yang biasanya berusia 6 hingga 9 tahun, dengan menggunakan kuda asli dari Bima.


Berhubungan dengan ekspolitasi pemacu junior, Sandiaga telah meminta untuk pembentukan tim khusus pendamping bagi pemacu kuda kepada MenteriPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga.


"Kita pastikan kegiatan ini sesuai dengan kelayakan dari sisi perlindungan anak dan harapannya tradisi dan budaya ini bisa terus dilestarikan sehingga bisa menyejahterakan dan menjadi daya tarik wisata di Bima," ujarnya.


Pacuan Kuda di Bima sudah sangat terkenal, dan harapan dari Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, semoga kehadiran Sandiaaga Uno ini dapat menjadi dukungan bagi olahraga, tradisi, serta budaya di Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa secara general.


"Terima kasih atas kunjungannya Menparekraf. Masyarakat kami sangat mencintai kegiatan ini, kami harap kehadiran Menparekraf dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk tetap melestarikan budaya di Bima," pungkas Indah.  (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: kemenparekraf.go.id).


Berita

Bola

Bisnis

Hiburan

ADS