Mobile Menu

navigasi

More News

Kemenparekraf Terus Mempersiapkan Travel Corridor Terutama Setelah Lebaran

May 12, 2021

sumber dari kemenparekraf.go.id

Tour Travel, Jakarta – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kretif terus melakukan persiapan terkait Travel Corridor, serta pemantauan situasi di Batam dan Bintan serta Bali. Monitoring dan evaluasi dilakukan bersama dengan lintas K/L dan Pemda di tiga destinasi tersebut.


Melansir dari Kemenparekraf.go.id, hasil sementara monitoring dan evaluasi wisata Bintan Resort Cakrawala di Lagoi Bintan, sekarang telah memenuhi kriteria kawasan yang aman beserta tingkat resiko rendah. Dengan positivity di bawah 5 persen dan termasuk kawasan enclave karena tidak berhubungan langsung dengan penduduk. Memiliki sistem protokol kesehatan yang sesuai, dengan pembagian zona dalam kawasan, serta dukungan layanan kesehatan yang memadai.


"Bulan Juni/Juli masih kita targetkan untuk terwujudnya konsep travel bubble. Namun perlu digarisbawahi, sepanjang pandemi COVID-19 di masing-masing daerah benar-benar terkendali. Kita ingin travel bubble ini dilakukan berbasis fakta dan data," ujar Sandiaga. 


Niatnya setelah lebaran idul fitri  1442 H, Kemenparekraf akan menyampaikan hal tersebut lebih lanjutnya. Walau begitu tim monev yang terjun ke lapangan terus melakukan pekerjaan dan terus akan mengirim update rekomendasi berbasis data dan fakta untuk membuka bubble tourism.


Selain itu Vinsensus Jemadu selaku Kepala Biro Komunikasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa, dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, media sangatlah berperan besar. karena hal itu Ia berharap mendapat dukungan penuh dari teman-teman media dalam pengembangan sektor ini.


"Kini saatnya bukan kompetisi, tapi kolaborasi. Apalagi teman-teman media ketahui bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor dengan tingkat koordinasi paling tinggi. Saya harap kepemimpinan saya di biro komunikasi mendapat dukungan penuh dari teman-teman media," pungkas Vinsensius Jemadu. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: kemenparekraf.go.id).

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment