Mobile Menu

navigasi

More News

3 Kuliner Tradisional Dari Banyuwangi

April 22, 2021

sumber dari mediakorannusantara.com

Tour Travel, Banyuwangi merupakan kota besar di Jawa Timur, yang memiliki keragaman budaya dan kuliner. Bukan hanya adat dan tradisi saja yang masih melekat, kuliner tradisionalnya pun masih sering dijasikan. Hidangan yang memiliki cita rasa khas dan tentunya menggugah selera karena dibuat dengan resep turun temurun. Di bawah ini ada 3 kuliner yang katanya masih sering dicari oleh wisatawan.


1.    Pecel Pitik

sumber dari pinterest.at


Makanan dengan bahan dasar ayam berumur 7-8 bulan ini hanya bisa dinikmati saat ritual adat dari suku Osing seperti bersih desa, selametan, atau hajatan saja. Makanan ini memang bukan untuk dimakan sehari-hari, dan tidak disediakan oleh warung makan biasa. Tapi kamu bisa memesannya melalui masyarakat sekitar, khususnya warga asli suku Osing yang berada di Desa Kemiren. Ayam dengan daging yang lembut ini di panggang dengan bumbu-bumbu, setelah itu disajikan dengan campuran kacang tanah halus dan beberapa bumbu pedas, setelah itu diaduk dengan air kelapa supaya bumbu lebih merata.


2.    Sop Kesrut

sumber dari gpswisataindonesia.info


Kuliner Banyuwangi memang terkenal dengan masakannya yang pedas. Istilah kesrut ternyata diambil dari saat menyantap makanan pedas ini hidung jadi meler dan saat bernafas berbunyi kesrut kesrut. kuliner tradisional ini lagi-lagi berasal dari suku Osing. Dengan kaldu asam, pedas, dan gurih ini sangat segar dan nikmat saat disantap. Cita rasa yang kaya lalu ditambah dengan ayam kampung serta tahu tempe membuat kuliner yang satu ini menjadi perpaduan yang nikmat.


3.    Sego Cawuk

sumber dari gpswisataindonesia.info


Berbeda dengan dua kuliner di atas, sego cawuk kuliner yang mudah di dapatkan di warung-warung makan. Biasanya sego cawuk disantap untuk sarapan pagi. Sego cawuk ini berisi kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung, dan irisan timun. Dengan perpaduan bawang merah, bawang putih, dan cabai membuat rasanya semakin gurih. Cara makannya pun unik yaitu dengan menggunakan tangan, jika menggunakan alat makan seperti sendok atau garpu rasanya akan berbeda. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: gpswisataindonesia.info/pinterest.at/mediakorannusantara.com)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment