Mobile Menu

navigasi

More News

Puncak Carstenzs Senyap Dilahap Pandemi

June 03, 2021

sumber dari pinterest

Tour Travel, Jakarta – Papua memiliki Puncak Gunung tertinggi di Indonesia yaitu, Puncak Carstensz. Namun semenjak pandemi nama tersebut jarang didengar.

 

Puncak Carstensz termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di dunia. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak ini juga memiliki jalur dakian tersulit ketiga setelah Puncak Everest dan Denali.

 

Sangat disayangkan selaman pandemi COVID-19, para pendaki Puncak Carstensz harus menahan rindu. Seperti ditelan pandemi, kini Puncak Carstensz ikut senyap seperti puncak gunung lainnya.

 

"Tahun lalu tidak ada yang mendaki karena ada virus Corona. Biasanya kami antar turis dari Eropa atau dari China, tapi kemarin tidak ada yang naik. Sepi sekali, nol," ujar Maximus Tipagau, selaku pemilik operator wisata Adventure Carstensz serta pendiri Yayasan Somatua.

 

Memang peminat Puncak Carstensz ini lebih banyak dari mancanegara. Dikarenakan biaya untuk mendakinya tidaklah murah, minimal harus bersiap untuk mengeluarkan kocek sebesar Rp50 juta.

 

Menurut Maximus, biaya pendakian ini mahal dikarenakan membutuhkan jasa pemandu. Yang nantinya fee tersebut akan dibagi kepada para kontributor yang membantu para pendaki.

 

Untuk mencapai Puncak Tertinggi di Indonesia ini, membutuhkan energi yang besar karena harus menempuh jalur yang panjang. Mengutip dari travel.detik.com, pendakian itu Dimulai dari Timika, lalu terbang ke Sugapa. Pendaki kemudian jalan kaki ke Desa Ugimba sebagai desa terakhir di dekat Puncak Carstensz.

 

Bukan hanya dampak pandemi saja, Papua saat ini mendapatkan isu Kelompok Kriminal Bersenjata yang membuat Puncak Carstensz pun semakin lenyap dikenangan. Karena KKB ini kerap meneror para warga di daerah tersebut dan berpengaruh besar untuk jalur-jalur pendakian Gunung Carstensz seperti Ugimba dan Sugapa.

 

Maximus juga sangat memohon kepada Pemerintah supaya dapat segera menangkap KKB di Papua.

"Dari dulu selalu faktor keamanan yang jadi masalah di Papua, mau sampai kapan. Padahal lewat pariwisata, adalah salah satu cara Papua makin dikenal dan dicintai," pungkas Maximus. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: pinterest).

 

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment