Mobile Menu

navigasi

More News

Garin Nugroho Berhasil Membawa Kebudayaan Indonesia Dalam Karyanya, “The Planet – A Lament” Di Belanda

June 24, 2021
sumber dari kemlu.go.id


Tour Travel, Belanda – Garin Nugroho telah berhasil menampilkan karyanya yang berupa pertunjukan seni teater bertemakan “The Planet – A Lament” di International Theater Amsterdam, Belanda. Yang digelar sebanyak dua kali, pada 21 – 22 Juni 2021.

Pertunjukan seni teater ini dilakukan secara online, sehingga para penonton dari penjuru negara dapat menikmatinya melalui live streaming. Garin juga sebelumnya pernah ikut serta dalam Holland Festival tahun2017 dengan menampilkan ceritanya yang bertajuk “Setan Jawa”.


"Mungkin bencana alam terjadi karena dunia telah kehilangan elemennya,"​ begitulah potongan lirik dari pagelaran "The Planet - A Lament". Dikutip dari kemlu.go.id (24/06/2021).


“The Planet – A Lament” ini diangkat dari kisah mitologi Papua, yang mengisahkan mengenai terciptanya kembali alam setelah hancurnya dunia yang diakibatkan oleh bencana alam. Dalam karyanya ini, ia juga mengangkat beberapa ritual seperti ritual penyembuhan dunia yang tengah berduka sembari memberi manusia yang ditinggalkan sebuah harapan.


Cerita itu berlanjut dengan kejadian pasca bencana alam yang telah menghancurkan dunia, dan menggambarkan manusia-manusia yang selamat dan diberikan amanah sebuah telur untuk tetap meneruskan kehidupan di dunia.


Garin juga menggandeng 24 pemain dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dari berbagai daerah lainnya. Selain mengangkat mitologi Papua, Garin juga mengangkat beberapa kebudayaan Indonesia lainnya, antara lain adalah Flores, Sumatera Utara, dan Jawa.


Pertunjukan seni ini sangat disambut dengan baik oleh para penonton luring serta daring. Banyak juga penonton yang berasal dari Indonesia yang menikmati pertunjukan ini melalui daring.


Pada Holland Festival 2021 kali ini menampilkan sebanyak 23 pertunjukan, termasuk “The Planet – A Lament” karya Garin Nugroho. Yang pastinya pertunjukan ini tetap mematuhi protokol kesehatan setempat. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: kemlu.go.id)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment