Mobile Menu

navigasi

More News

KBRI Paris Memperkenalkan Budaya Indonesia Dalam Sesi Wawancaranya Di Beur FM

May 12, 2021
sumber dari kemdikbud.go.id



Tour Travel, 
Paris – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, menghadiri wawancara secara khusus di salah satu radio ternama di Prancis yaitu, Beur FM. Pada kesempatan ini, Waristo selaku Atdikbud KBRI Paris diwawancarai mengenai kebudayaan di Indonesia.

Dengan tiga sesi, dan sesi pertama diisi pembahasan mengenai budaya Indonseia secara umum, mulai dari kuliner sampai arsitektur. Warsito menjelaskan mengenai arsitektur unik masjid di Indonesia.


“Ini dikarenakan setiap daerah di Indonseia memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti masjid Cheng Ho di Surabaya yang memiliki gaya arsitektur muslim Tiongkok yang dilengkapi dengan pagoda dua tingkat di bagian tengah. Lalu masjid raya Sumatera Barat yang memilki arsitektur khas daerah Minangkabau, atau Masjid Rahmatan Lil’alamin di Indramayu dengan arsitekturnya yang sangat megah dan kokoh” tanggapan Warsito.


Di sesi kedua, mereka membahas terkait kuliner khas Indonesia, juga kuliner khas saar bulan Ramadhan. Dari makanan pembuka, dari membahas kurma hingga Warsito memperkenalkan kolak. “Kolak ini hidangan dengan bahan dasar santan yang dicampur dengan gula aren, vanila, daun pandan, dan diisi dengan irisan pisang, ubi dan juga labu,” jelasnya.


“Selain itu, ada Es Pisang Ijo, yang merupakan jajan yang sering kita jumpai pada saat menjelang buka puasa,” lanjutnya ketika menjawab pertanyaan Manuel yang menanyakan salah satu jajanan terkenal yang berasal dari Provinsi Jawa Barat yakni Es Cendol. Dikutip dari kemdikbud.go.id.


Sesi terakhir, Warsito mendapat pertanyaan dari Manuel mengenai hidangan utama saat Hari Raya Idul Fitri. “Beberapa makanan utama yang sering dikonsumsi oleh warga Indonesia misalnya rendang dan sate, keduanya hidangan yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia. Ada lagi ketupat, opor ayam, nasi lemang, dan lain-lain,” ujar Warsito.


Pada kesempatan kali ini, Ia juga menyampaikan rasa harap supaya budaya Indonesia bisa dikenal oleh kancah Internasional, terutama di Prancis. (Penulis: Gita Ramadhany  / Sumber Gambar: kemdikbud.go.id).

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment